20 Keajaiban madu untuk tubuh

0 komentar

Sudah sejak lama madu digunakan sebagai pengobatan dan kecantikan. Madu memang mempunyai jutaan khasiat yang menakjubkan untuk kesehatan. Yuk simak keajaiban madu lainnya untuk tubuh, dilansir healthmeup (2/8).
  • Madu kaya senyawa humektan. Hal ini membantu mempertahankan kadar air dalam kulit dan mengembalikan elastisitasnya, sehingga membuat kulit lentur.
  • Madu membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah munculnya keriput.
  • Antibakteri dan antimikroba pada madu membantu mencegah pertumbuhan bakteri tertentu. Sehingga digunakan untuk mengobati luka bakar dan lecet.
  • Madu membantu membersihkan luka,mengurangi bau dan nanah dan meningkatkan penyembuhan cepat.
  • Madu digunakan untuk mengobati kulit rusak dan regenerasi sel-sel kulit baru. Madu efektif menyembuhkan eksim, dermatitis dan gangguan kulit lainnya.
  • Sifat anti-jamur dalam madu, dapat membantu menyembuhkan infeksi pada kaki
  • Madu sarat dengan antioksidan alami, yang membantu melindungi kulit dari kerusakan ultraviolet.
  • Madu dapat digunakan sebagai tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Madu bisa menembus lapisan atas kulit, jadi dapat mengelupas kotoran. Serta membantu melawan infeksi dan mencegah masalah jerawat.
  • Madu adalah pelembap kulit yang baik dan efektif meremajakan kulit.
  • Penerapan madu pada bibir pecah-pecah dan keriput akan membuat mereka sangat halus dan lembut.
  • Madu terdiri dari gula seperti glukosa dan fruktosa dan mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium klor, belerang, besi, dan fosfat.
  • Madu mengandung vitamin B1, B2, C, B6, B5 dan B3, yodium, dan seng.
  • Madu dapat meningkatkan daya tahan dan mengurangi kelelahan otot.
  • Madu membantu pada wanita yang mengalami morning sickness saat hamil.
  • Konsumsi madu secara teratur akan meningkatkan penyerapan kalsium dan jumlah hemoglobin yang membantu untuk melawan anemia.
  • Madu membantu menurunkan kolesterol serta meningkatkan HDL (kolesterol baik).
  • Madu membantu membersihkan sistem pernapasan dari lendir.
  • Madu membantu memodulasi sistem kekebalan tubuh, mencegah terulangnya infeksi.
  • Madu memainkan peran penting dalam mengelola obesitas. Madu membantu mempercepat metabolisme yang pada gilirannya membantu tubuh lebih banyak membakar lemak.
Nah, banyak banget kan manfaat madu untuk tubuh kita? Apa Anda masih ragu dengan keunggulan madu?

Referensi


Read More »

Karyawan PT. Freeport Terjebak Longsor Di Lokasi Penambangan

0 komentar

Karyawan PT. Freeport Terjebak Longsor Di Lokasi Penambangan
Jayapura (15/5) — Dua karyawan PT Freeport yang terjebak longsoran di areal Underground QMS Biggosan Mill 74, pada Selasa (14/5) sekitar Pukul 09.00 Wit kemarin, dinyatakan tewas, yakni atas nama Andarias Msen dan Kenny Wanggai. Dimana dari 40 orang karyawan yang tertimbun longsor, enam orang berhasil ditemukan, namun dua orang dinyatakan tewas, sementara empat orang lainnya selamat dan kini sedang dirawat intensif di rumah sakit setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, Didi Agus Prihatno kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (15/5) mengatakan, longsor di areal PT Freeport adalah murni kecelakaan kerja akibat fenomena alam. Longsoran terjadi di fasilitas pelatihan pertambangan bawah tanah PT Freeport, tepatnya mill 74. Akibat adanya kejadian itu, ujar Didi, ada laporan resmi dari PT Freeport, yang isinya adalah sekitar 40 pekerja tambang terjebak didalam areal fasilitas pelatihan tambang bawah tanah di mill 74. Dimana sementara ini sedang dilakukan upaya pencarian dan evakuasi. “Dari 40 orang, enam orang sudah terevakuasi, empat orang dinyatakan hidup dan dua orang lainnya meninggal. Saat ini korban selamat sedang dirawat secara intensif di rumah sakit setempat,” ujarnya.
Dikatakannya, disaat longsoran ini diatasi, kondisi 34 orang karyawan yang masih terjebak di bawah tanah belum diketahui pasti, karena sampai saat ini masih dilakukan pencarian. “Yang paling tahu adalah manajemen Freeport bukan kami, karena ini adalah kecelakaan kerja, maka menjadi domainnya perusahaan.

Opini :
Menurut pendapat saya, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan kerja akibat dari faktor alam karena kecelakaan tersebut terjadi disebabkan adanya longsoran di lokasi penambangan yang menyebabkan 40 orang penambang terjebak di dalam longsoran tersebut. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja tersebut, sebaiknya perusahaan harus melakukan analisa dan riset terlebih dahulu tentang keadaan alam yang ada di daerah tersebut meliputi cuaca dan keadaan dan kontur tanah di tempat sekitar penambangan. Dan bagi penambang haruslah mengikuti instruksi-instruksi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Diantaranya dengan menggunakan helm, baju safety, sepatu boot dan membawa alat komunikasi yang berguna untuk memberi tahu pekerja yang berada di atas bila terjadi longsoran. 

Read More »

Kecelakaan Industri yang Menjadi Bencana Alam

0 komentar
Salah seorang teman netter menanyakan pendapat saya tentang penangan lumpur ini.
Perlu kehati-hatian dalam menangani hal ini karena sudah menjadi multi dimensi ketika sebuah proses bencana alam terpicu oleh aktifitas manusia. Awalnya sangat mungkin hanyalah sebuah kecelakaan industri, akhirnya “memicu” proses alam yg berkembang menjadi sebuah bencana. Dan akhirnya bermuara kehal-hal yang berdampak luas ke masalah sosial, ekonomi dan akhirnya politis. Ketika sudah berkembang menjadi wacana politis, lagi-lagi diluar kompetensi saya sebagai seorang “natural scientist“.

Seperti yg saya uraikan dalam tulisan-tulisan saya di webblog “dongeng geologi” (http://rovicky.wordpress.com ) dimana saya lebih berkonsentrasi dengan apa yg terjadi dan bagaimana bisa terjadi proses keluarnya lumpur dari perut bumi. Awalnya kejadian ini hanyalah sebuah niatan untuk menambah pasokan energi Indonesia. Niatan ini tentunya terpicu oleh “niat ekonomis”, mencari untung. Proses awal inilah yg mungkin sekali menjadikan kejadian bencana banjir lumpur. Sesuai dengan kompetensi saya, maka saya hanya membatasi proses alami yng terjadi.
Lumpur Lapindo “bukan limbah” dan juga “bukan tailing”.

Lumpur yang keluar itu merupakan material alami bawah permukaan yg keluar dengan sendirinya (tanpa dipompa, dan tanpa “usaha” manusia untuk mengeluarkannya). Lumpur yg keluar ini bisa dan mungkin saja saja keluar akibat terpicu oleh aktifitas pengeboran. Aktifitas pemboran inilah yang “diduga” sebagai penyebab namun perlu diingat bahwa dugaan ini perlu pembuktian pengadilan, sehingga pembahasannya adalah pembahasan aspek hukum yg diluar kompetensi saya.
Menurut penghertian saya “limbah” merupakan side product dari sebuah proses produksi industri yg tidak dapat dipergunakan atau tidak memilki nilai ekonomi. Perlu diketahui juga bahwa lumpur yg keluar ini “bukanlah tailing” dari sebuah proses pertambangan. Tidak ada penambangan apapun dari material yg keluar dari lubang keluarnya lumpur ini. Tidak ada material ekonomis yg sengaja diambil dari lumpur yg keluar ini. Tailing merupakan material ikutan dalam sebuah proses penambangan. Karena bahan tambang memilki konsentrasi rendah maka proses pengambilan bahan tambang ini menghasilkan material bumi yg suangat banyak yg tidak dipergunakan dan disebut “tailing”. Sekali lagi lumpur yg keluar ini bukanlah “tailing”
Sesuatu yg keluar dari alam memang bisa saja bersifat polutan (pencemar), namun polutan dalam hal lumpur di Sidoarjo ini adalah polutan alami, “natural polluter”. Banyak sekali proses-proses dialam dimana sebuah resources (termasuk air) yg tercemar oleh proses alam yg lain. Sehingga resources itu tidak dapat dipergunakan oleh manusia.
Munculnya issue merkuri (Hg)
Hingga saat ini hanya berita dari Tempo yang saya baca mengenai adanya pencemaran bahwa ” hasil analisa Lily Pudjiastuti
(ITS) tentang kandungan merkuri (Hg) yang didapati 2.565 mg/liter Hg (limit 0.002 mg/liter)” dikutip Koran Tempo. Kalau bener ada kandungan sebesar itu berarti lokasi lumpur yg sekarang ada disebut sebagai TAMBANG MERKURI. Coba dihitung saja, kalau debtnya 50 000 meter kubik sehari, berapa kg merkuri yg dihasilkan perhari ?
Kalau yang dimaksud 2,565 mg/liter itu adalah 2.565 gr/liter (karena ambangnya adalah 0.002 mg/l, masalah pengertian . dan , apakah . dalam bahasa Inggris yang sama dengan , dalam bahasa Indonesia) saya akan mengatakan kepada ibu Lily bahwa beliau telah menemukan sumberdaya baru dalam lumpur: “bijih air raksa (Hg)”. Secara guyonan dalam diskusi di Ikatan Ahli Geologi Indonesia ada pameo “wah kita dapat tambang air raksa dalam semburan lumpur ” ) .
Mengapa guyonan ini muncul ? Karena menurut buku Exploration and Mining Geology dari Peters (1978): kadar bijih mercury adalah antara 0.2% sampai 8%. Bahkan kalau benar angka yg disitir oleh tempo tersebut maka bijih Hg ini memprosesnya tidak sulit, sudah keluar sendiri, tidak perlu crusher dan sebagainya tinggal diolah atau disaring saja. Tapi inget tentu lain kalau yang dimaksud adalah 2.565 mg/liter (dua koma lima enam lima). Beda seper seribu dari angka yg dimaksud dalam eksplorasi mineral bijih.
Yang saya khawatirkan issue tersebut menjadi “membusang” dan “membuyat“. Sehingga perlu penelitian ulang unsur-unsur kimia fisika dari material yg keluar dari lubang (sedekat mungkin dengan lubang). Penelitiannya terbuka hasil maupun metodenya termasuk juga penelitian rona awal dari daerah sepanjang sungai Porong. Semua data penelitian ini penting untuk proses pembelajaran bersama. Yang nantinya potensial menjadi konflik adalah, akan muncul ketika siapa yang dianggap independen sebagai peneliti kandungan lumpur ini.
Penanganan banjir lumpur
Bencana banjir lumpur ini berbeda dengan bencana pencemaran tumpahan minyak Exxon dengan muntahnya minyak dari kapal tanker Exxon-Valdez pada tahun 1989 dan juga berbeda dengan bencana industri PLTN Chernobyl. Kedua bencana terakhir ini juga sama-sama dipicu oleh kegiatan manusia, namun jumlah bahan polutan, serta semua parameter teknis awalnya sangat “terukur”. Kita tahu jumlah minyak mentah yg tumpah sebanyak 11 juta gallon, kita tahu secara teknis berapa bobot mati serta konfigurasi dari kapal Exxon-Valdez. Demikian juga dengan parameter-parameter awal dari Chernobyl, kita tahu jumlah bahan-bakar nuklir yang ada, kita tahu konstruksi bangunan PLTN ini. Dalam hal bencana banjir lumpur lapindo ini, kita berhadapan dengan sebuah bencana alam yg tidak diketahui kondisi teknis awal apa yang ada dan yang terukur dengan pasti. Semua parameter berada dibawah permukaan berupa parameter yg sifatnya interpretatif.
Kesamaannya adalah, efek serta dampak lingkungannya menjadi mencengangkan ketika kita tidak mampu mendeteksi apa yg bakal terjadi selanjutnya. Exxon-Valdez maupun Chernobyl menjadi sebuah kecelakaan yg tidak mampu ditangani oleh manusia, demikian juga keluarnya lumpur dari perut bumi ini. Kedua contoh kecelakaan diatas menjadi sebuah bencana mirip seperti bencana banjir lumpur ini ketika tidak dapat dikontrol lagi, dan banyak pula yang menyetarakan tingkat kebencanaannya (uncontrolled).
Karena yg keluar ini merupakan produk alami. Penanganannya semestinya sama dengan menangani proses alam yang lain, penanganan sebuah bencana alam bukan penanganan kecelakaan industri. Secara mental kita harus berpikir bahwa banjir lumpur ini sudah merupakan bencana bukan lagi saatnya berpikir sebagai kecelakaan kerja atau kecelakaan industri lagi. Namun sekali lagi saya tidak mau menyentuh aspek hukum maupun politis, karena kompetensi saya bukan disitu.
Salam
Rovicky Dwi Putrohari




Read More »

PRESENT PERFECT TENSE VS SIMPLE PAST TENSE

0 komentar
Perbedaan terbesar PPT dan PT ada pada MAKSUD yang hendak disampaikan.

Maksud (A): PPT menyampaikan bahwa sesuatu SUDAH terjadi, lebih menekankan pada suatu “kegiatan” yang sudah terjadi.
Contoh: I’ve eaten. I’ve met her.
Maksud (B): PT menyampaikan bahwa sesuatu terjadi di WAKTU LAMPAU, lebih menekankan pada waktu kejadian.
contoh: I met her last week.
Ada beberapa perbedaan lain antara penggunaan Present Perfect Tense (PPT) dan Past Tense (PT). Kali ini akan kita bahas satu per satu yah.
(A) PPT dipakai jika PERIODE waktu peristiwa BELUM berakhir.
Contoh: I’ve met her this week. Periode minggu ini belum selesai.
(A) PT dipakai jika PERIODE waktu peristiwa SUDAH berakhir.
Contoh: I met her last week. Periode minggu lalu sudah selesai.
(B) PPT sering dipakai untuk menyatakan berita yang BARU SAJA TERJADI (recent news).
Contoh: He has crashed his car again. Baru saja terjadi.
(B) PT dipakai untuk menyampaikan BERITA YANG TIDAK BARU.
Contoh: He crashed his car last year. Bukan baru saja terjadi, tapi terjadi tahun lalu.
(C) PPT dipakai kalau WAKTU peristiwa TIDAK SPESIFIK.
Contoh: They’ve seen that movie already. Keterangan waktu tidak spesifik, tidak jelas kapan.
(C) PT dipakai kalau WAKTU peristiwa JELAS.
Contoh: They saw that movie last month. Ada keterangan waktu yang jelas.
(D) PPT digunakan dengan for/since apabila kejadian BELUM berakhir, atau diRAGUkan kelanjutannya, ada kemungkinan masih berlanjut.
Contoh PPT: I’ve lived in Bali for 5 years. Sekarang masih tinggal di Bali.
(D) PT digunakan dengan for/since apabila kejadian SUDAH berakhir dengan PASTI.
Contoh: I lived in Bali for 5 years. Sekarang sudah tidak tinggal di Bali.
========
PRACTICE
========
1.       Peter (played/have played/has played) football yesterday.
2.       They (has cleaned/ have cleaned/ cleaned) the car. It looks new again.
3.       We (has never visited/visited/have never visited) another country before.
4.       The boys (did not eat/have not eaten/has not eaten) their breakfast yet.
5.       Laras (lived/has lived/have lived) in Batam for five years, but she left in 1999.
6.       Somebody (stole/has stolen/have stolen) my bicycle! Now I’ll have to walk home.
7.       Gerry (fell/has fallen/falling) off his bike three times this month.
8.       I (saw/have seen/has seen) the movie Titanic three times. I’m going to see it again tonight.
9.       Ouch! (I cut/I’ve cut/I’m cut) my finger!
10.    I (lost/have lost/loose) my key yesterday, so I couldn’t get into the house. Eventually, I found it in my jacket pocket.
=======
ANSWER
=======
1.       Peter (played) football yesterday.
2.       They (have cleaned) the car. It looks new again.
3.       We (have never visited) another country before.
4.       The boys (have not eaten) their breakfast yet.
5.       Laras (lived) in Batam for five years, but she left in 1999.
6.       Somebody (has stolen) my bicycle! Now I’ll have to walk home.
7.       Gerry (has fallen) off his bike three times this month.
8.       I (have seen) the movie Titanic three times. I’m going to see it again tonight.
9.       Ouch! (I’ve cut) my finger!
10.    I (lost) my key yesterday, so I couldn’t get into the house. Eventually, I found it in my jacket pocket.

Referensi



Read More »

Phrasal Verb (Separable)

0 komentar


Malam ini saya ingin membahas mengenai phrasal verb.
Ini adalah salah satu topik bahasan tingkat lanjut bagi mereka yang sedang memperlajari Bahasa Inggris. Walaupun ada beberapa kata yang sangat familiar buatpara pemula contohnya kata ‘ get up’ yang artinya bangun atau bangkitdari tidur,give up yang artinya menyerah, dan take off yang
artinya tinggal landas.




Phrasal verb adalah bagian dari idiom yaitu gabungan kata yang berbeda artinya dari kata itu apabila berdiri sendiri. Contohnya kata ‘look‘ artinya lihat, tetapi kalau look up, atau look out, atau look for pasti artinya berbeda jauh dari kata ‘look‘ itu apabila berdiri sendiri. Nah, kata-kata kerja yang sering digunakan untuk phrasal verb itu antara lain adalah : get, take, turn, keep dan put. Sedangkan preposisi yang sering mengikutinya adalah : up, down, on, off, over, away, dan out. Tugas kita adalah
mengerti arti dan penggunaan apabila kata kerja- kata kerja tadi diikuti oleh preposisi di belakangnya. Pada bagian pertama tentang phrasal verb ini saya akan membahas tentang bentuk yang bisa dipisah atau separable. Artinya direct object-nya bisa diletakkan di tengah-tengah antara kata kerja dan preposisi.

Coba perhatikan contoh di bawah ini dengan kata ‘take off’ yang artinya
menanggalkan atau melepas.
- You must take off your shoes in this holy place.
- You must take your shoes off in this holy place.
- You must take them off in this holy place.
Ketiga kalimat di atas benar karena take off itu
sebagai kata kerja transitif atau kata kerja yang ada objeknya, di sini yaitu ‘your
shoes‘. Pada kalimat ketiga ‘your shoes‘ berubah menjadi ‘them‘ yang hanya
bisa diletakkan di tengah-tengah dan tidak boleh diletakkan di belakang.
- You must take off them in this holy place.

Ok, untuk mempersingkat waktu saya akan berikan
20  phrasal verb separable beserta contoh-contohnya. Semua contoh kalimat sengaja tidak saya tempatkan direct object di antara kata kerja dan preposisi supaya lebih mudah dipahami.

1. put on : memakai/mengenakkan.
- She put on the hat and left the room.

2. put off : menunda/menangguhkan
- The director put off the important meeting.

3. put out : memadamkan
- The firemen trid hard to put out the fire.

4. call off : membatalkan
- Why did you call off your trip to Bandung?

5. give up : menyerah
- The enamy gave up without any resistance.

6. give out : membagikan (catatan, dokument dsb..)
- The teacher gave out the script to each student.

7. turn on : menyalakan (lampu, barang elektronik dan
sejenisnya)
- Do you know how to turn on this light?

8. turn off : mematikan (lampu, barang elektronik, mesin dan sejenisnya)
- Don’t forget to turn off the radio before you go out.

9. turn down : mengecilkan (volume suara atau kecepatan)
- Please turn down the tape. It’s too loud.

10. break off : putus hubungan ( percintaan, persahabatan,diplomatik)
- Dewi and Agus broke off after the quarrel.

11. get up : bangkit (dari tempat tidur atau pembaringan)
- What time do you get up every day?

12. shut up : diam, berhenti bicara
- He told me to shut up and not to say anything about it.

13. take over : mengambil alih
- When his father retires, Hasan will take over the firm.

14. think over : mempertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan
- I will think over your offer and give my answer soon.

15. carry out : menjalankan, melaksanakan tugas hingga berhasil
- The staff carried out the plan without difficulty.

16. leave out : melewatkan, membiarkan, meniadakan
- Why did you leave out the second question?

17. find out : mencari tahu, mencari informasi
- I promise I’ll find out the man who visited her last night.

18. call down : menegur, membentak
- Udin was called down by his teacher for coming late.

19. call for : mampir, menjemput
- He said he would call for me at home at seven o’clock.

20. keep up : menjaga kecepatan supaya tetap agar tidak tertinggal
- If we can keep up this speed. We will arrive there on time.

Demikianlah pelajaran kita tentang phrasal verb separable.







Read More »

Limbah Industri Nanas Bisa Suburkan Tanah

1 komentar
JAKARTA - Sejumlah buah tropis Indonesia memiliki nilai ekspor yang sangat tinggi. Salah satunya adalah nanas yang tidak hanya diekspor dalam bentuk buah tapi juga olahan. Sayang, hasil olahan tersebut menghasilkan banyak limbah.
Namun, mahasiswa S-3 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Susila Herlambang, berhasil mengolah limbah industri nanas untuk menyuburkan tanah. Dia menyatakan banyak sentra industri pengolahan nanas yang tumbuh dan tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Tetapi, dari berbagai industri pengolahan nanas berpotensi menghasilkan produk sampingan yakni limbah.
“Sisa pengolahan nanas akan menjadi masalah jika menumpuk dan dibiarkan begitu saja. Misalnya saja di PT Great Giant Pinapple, salah satu sentra perkebunan nanas di Lampung. Industri tersebut setiap harinya memproduksi limbah hingga 424 ton dari pengolahan jus nanas kaleng untuk ekspor," tutur Susila, seperti dikutip dari situs UGM, Senin (17/11/2014).
Dari proses pengelolaan nanas hingga menjadi mill juice nanas menimbulkan berbagai limbah. Mulai limbah dari penghancuran tanaman setelah tidak berbuah sebesar 200 ton per hari hingga limbah dari batang tanaman nanas untuk diproses menghasilkan enzim bromelin sebesar 40 ton per hari.
"Selanjutnya, limbah mill juice dari perasan kulit dan tongkol daging nanas sebesar 4 ton per hari. Lalu limbah kotoran sapi padatan 40 ton per hari dan cairan 120 meter kubik per hari serta limbah tapioka 20 ton per hari," papar dosen Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta itu.
Menurut Susila, pengelolaan limbah organik segar dan limbah pengalengan nanas sebagai bahan pembenah tanah ultisol bisa menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Penggunaan berbagai kombinasi bahan limbah organik segar dan pengalengan nanas pada ketebalan tanah diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah.
"Hasil penelitian menunjukkan penggunaan berbagai kombinasi limbah nanas segar dan pengalengan terbukti mampu meningkatkan kandungan karbon dalam tanah. Melalui pemberian bahan organik segar dapat meningkatkan kadar karbon tanah dari 20 persen menjadi 28,40 persen pada ketebalan 0-15 cm di Ultisol perkebunan nanas," tutur Susila.

Menurut saya dengan cara berfikir kreatif kita dapat mencari solusi untuk penanggulangan limbah industri. Sebagaimana salah satu contoh diatas, limbah industri dapat juga dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah. Selain itu kita juga harus mencari cara bagaimana agar limbah yang berserakan bisa menjadi manfaat bagi orang banyak. seperti misalnya memilah sampah plastik agar bisa di daur ulang, dan digunakan untuk kebutuhan lain seperti lemari plastik, hiasan, gantungan baju, dan lainnya. lalu memilah sampah organik untuk dijadikan sumber listrik seperti yang sudah di lakukan di australia dan negara maju lainnya, selain itu smpah organik juga bisa dijadikan pupuk. 



Read More »

Limbah Industri dan Berbagai Dampak Bagi Kehidupan Manusia

0 komentar

Limbah industri
Limbah adalah sisa buangan hasil dari suatu kegiatan produksi. Yang dimaksud produksi bisa dalam skala domestik atau rumah tangga atau produksi dalam skala yang lebih besar. Dari pengertian limbah ini, maka limbah industri adalah sisa buangan yang dihasilkan dari proses produksi pada suatu industri. Tentu saja karena sifatnya industri, maka jumlahnya lebih besar daripada limbah skala domestik atau rumah tangga. Diperlukan penanganan yang serius untuk limbah industri karena dampaknya pada lingkungan lebih besar daripada limbah domestik. Ada dua macam limbah industri, yakni limbah dalam bentuk cair dan juga limbah dalam bentuk padat yang biasa disebut sampah. Kedua jenis limbah industri ini tentu saja tidak sedikit yang mengandung bahan berbahaya dan beracun.

Dampak limbah industri kepada lingkungan
Jika dilihat ukuran dan materinya, dampak limbah industri lebih berbahaya dibanding limbah domestik. Akan tetapi jika limbah domestik menjadi massal karena jumlahnya juga bisa berbahaya. Limbah industri lebih berbahaya dikarenakan secara kuantitas memang besar dan terus menerus dihasilkan dengan kandungan zat yang sama. Dapat kita ilustrasikan bahwa sebuah pabrik menghasilkan suatu produk A1 secara terus menerus, bahkan 24 jam, maka selamanya kandungan limbahnya akan sama. Jika tidak dikelola dengan baik, maka lingkungan akan menanggungnya secara terus menerus. Oleh karena itulah maka limbah industri lebih berbahaya.

Dampak limbah dari industri pangan
Industri pangan adalah suatu usaha yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan juga termasuk dalam salah satu penghasil limbah industri. Beberapa industri pangan yang menghasilkan pencemaran lingkungan antaranya adalah industri tempe tahu, pengolahan hasil laut dan tepung tapioka. Limbah ini dapat dihasilkan ketika proses pencucian atau pengolahan. Limbah industri yang dihasilkan oleh kegiatan industri pangan dapat berupa sejenis garam, mineral, karbohidrat, lemak dan protein. Jika pengolahan limbah ini tidak benar, maka dapat menyebabkan pencemaran berat terhadap air dan udara. Hal yang paling terasa dari pencemaran ini adalah umumnya bau yang menyengat dan menusuk hidung. Hal yang ada bisa lebih berbahaya lagi jika industri pangan tersebut menggunakan bantuan zat kimia yang menghasilkan limbah berupa alkohol, insektisida dan energi panas. Jika tidak diolah dan langsung dibuang ke sungai maka dapat mengganggu ekosistem air. Ikan dan bioat lainnya dapat mati.

Dampak limbah dari industri sandang
Limbah dari industri sandang ini tidak kalah serius ancamannya bagi lingkungan daripada industri pangan. Seperti misalnya dalam kegiatan penyamakan kulit, batik printing dan bahan sandang lainnya tidak dapat dihindari proses pencelupan yang menggunakan zat kimia. Terlebi lagi dalam proses tersebut membutuhkan air dalam jumlah besar hingga sisa buangannya pun banyak sekali. Dalam limbah bekas celupan dan pencucian bahan-bahan sandang mengandung zat kimia berbahaya seperti zat pewarna, minyak, serta zat-zat lain yang membutuhkan oksigen besar. Hal in sangat berbahaya dan beracun. Jika tidak dikelola dengan benar, bahkan langsung saja dibuang ke sungai maka yang terjadi adalah pencemaran lingkungan berat yang mengancam kesehatan manusia secara keseluruhan.

Dampak limbah dari industri kimia
Industri kimia dan bahan bangunan dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungsan makhluk hidup, entah itu dalam skala besar atau skala kecil. Sebagai contoh, untuk memproduksi alkohol, dibutuhkan air dalam jumlah yang cukup besar. Sama seperti yang terjadi dalam industri sandang, limbah dari produksi alkohol jelas berupa limbah cair dalam jumlah besar. Dalam limbah cair ini pasti terkandung senyawa organik, anorganik dan mikroorganisme serta bahan berbahaya lainnya. Ketika proses produksi selesai, pencucian peralatan dapat membuang hasil CaSO4 yang dilepaskan ke aliran air. Dalam proses produksi, limbah ini secara tidak langsung atau langsung dapat mengancam kelangsungna makhluk hidup. Keracunan adalah salah satunya, seperti keracunan CO dalam jumlah besar dapat berujung kepada kematian. Sementara keracunan air raksa, asbes, timbal, arsen dan lain sebagainya dampaknya akan terasa dalam jangka panjang setelah menumpuk dalam tubuh.

Dampak limbah dari industri logam, elektronika dan pelumas
Dampak limbah industri ini juga sama bahayanya dengan yang lain. Misalnya dalam proses produksi baja yang menggunakan berbagai macam mesin dan cor menghasilkan limbah berupa asap, gas dan debu. Partikel yang ada dalam asap dan debu tersebut mengandung logam berat, dimana jika terhirup terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulkan ancaman kesehatan bagi makhluk hidup.Industri logam juga penyumbang polusi suara berupa kebisingan yang dalam jarak tertentu dapat melebihi batas toleransi yang diterima pendengaran manusia. Baik industri logam atau industri elektronika menghasilkan gas buang yang dapat mencemari udara, salah satunya adalah karbon monoksida atau CO. Seperti yang disebutkan diatas, dalam kadar tertentu, gas ini berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain CO, ada juga gas belerang yang dihasilkan dari industri baja dan elektronika dapat mengganggu ekosistem lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Jenis-jenis limbah industri
Jika kita berbicara mengenai limbah industri dilihat dari karakternya, maka limbah industri dapat dikategorikan dalam beberapa jenis limbah, yakni padat, cair dan gas. Ada juga limbah dalam bentuk partikel. Hasil buangan buangan berupa gas dan partikel adalah bagian yang paling dominan dalam pencemaran udara di sekitar industri. Menurut hasil penelitian, lebih dari 90% dari pencemaran udara adalah sumbangan limbah industri dalam bentuk gas, baik itu karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida, sulfur oksida dan beberapa jenis partikel lain. Parameter penting di dalam ekosistem air adalah jumlah oksigen terlarut di dalamnya. Jika kadar oksigen terlarut dalam air menurun dalam jumlah dan kualitasnya, maka akan terjadi ancaman tehadap makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Hal ini dapat terjadi jika ada pencemaran pada air yang diakibatkan limbah dalam bentuk cair.
Limbah industri dalam skala apapun adalah ancaman bagi keberlangsungan makhluk hidup dan ekosistem dimana makhluk itu tinggal. Sehingga penanganan limbah industri tidak boleh dianggap sepele jika tidak menghendaki kerugian yang lebih besar terjadi. Kesadaran tentang bahaya limbah industri ini harus dimiliki oleh siapapun, baik pemilik modal yang mendirikan industri, birokrasi yang memberikan ijin dan juga masyarakat di manapun mereka berada. Hal ini untuk menumbuhkan sinergi yang baik untuk mencari solusi bagaimana industri tidak terhambat pertumbuhannya, namun juga tidak mencemari lingkungan. (iwan)


Read More »